HARIE.ID, TAKENGON | Di Hari Perempuan Internasional 2025, Ketua Fraksi Golkar DPRK Aceh Tengah, Agustina menyebut “Cukup sudah perempuan hanya dijadikan simbol. Saatnya perempuan ambil peran, ambil ruang, dan ambil keputusan!”
Peringatan tahun ini mengusung tema global:l “For ALL Women and Girls: Rights. Equality. Empowerment”.
Sebuah seruan yang menurut Agustina harus dibalas dengan aksi, bukan basa-basi.
“Hak perempuan bukan kemurahan hati, bukan pemberian belas kasihan dari sistem yang patriarkis. Hak perempuan adalah harga mati!” tegas Agustina, suara perempuan di parlemen, Sabtu 08 Maret 2025.
Ia juga mengkritik masih minimnya keterwakilan perempuan dalam ruang-ruang strategis. Menurutnya, perempuan tak butuh dikasihani, tapi diberi peluang dan kepercayaan.
“Kami di DPRK bukan karena belas kasihan, tapi karena wanita itu mampu. Dan banyak perempuan lain yang lebih hebat, hanya belum diberi kesempatan!” katanya.
Dalam konteks lokal Aceh Tengah, Agustina mendorong pemerintah daerah agar tak hanya menggugurkan kewajiban soal kesetaraan gender di atas kertas, tapi memastikan perlindungan, pendidikan, dan pemberdayaan nyata untuk perempuan dan anak perempuan, dari pelosok hingga pusat kota.
Ia juga mengingatkan bahwa ketahanan ekonomi dan kemajuan daerah tidak mungkin tercapai jika setengah penduduknya terus ditekan dalam ketidakadilan struktural.
“Kalau kita bicara Indonesia Emas 2045, tapi setengah potensi bangsa ini terus dilumpuhkan dengan diskriminasi, maka itu mimpi kosong,” tegasnya.
Agustina menutup pernyataannya dengan ajakan kepada para perempuan muda di Aceh Tengah:
“Jangan diam. Bersuara, bergerak, dan buktikan. Perempuan bukan pelengkap, tapi penggerak!”
| ARINOS












