HARIE.ID | TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah secara resmi memutuskan untuk meniadakan seluruh rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Takengon Ke-449 tahun 2026.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah bersama yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran pemangku kepentingan.
Dengan kebijakan ini, seluruh agenda tahunan yang telah direncanakan, termasuk atraksi budaya pacuan kuda, dipastikan tidak akan dilaksanakan.
Langkah ini diambil mengingat Kabupaten Aceh Tengah saat ini masih berada dalam tahap pemulihan intensif pasca bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa waktu lalu.
Keputusan pembatalan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan merupakan hasil dari proses public hearing dan diskusi mendalam yang melibatkan berbagai elemen masyarakat serta tokoh-tokoh di Aceh Tengah.
Proses dialog dilakukan untuk menyerap aspirasi warga dan memastikan bahwa kebijakan pemerintah selaras dengan kondisi psikologis masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari musibah alam di kabupaten berhawa sejuk tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama, dalam keterangannya menegaskan, keputusan ini adalah bentuk empati kolektif terhadap para korban bencana.
Menurutnya, meskipun agenda pariwisata memiliki nilai strategis, solidaritas kemanusiaan tetap merupakan prioritas utama bagi pemerintah daerah.
Melalui peniadaan rangkaian HUT Kota Takengon, Pemkab Aceh Tengah berharap seluruh lapisan masyarakat dapat memahami situasi darurat yang sedang dihadapi dan bahu-membahu dalam proses pemulihan daerah.
Laporan | Karmiadi












