HARIE.ID | TAKENGON – Momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Fauzan berbicara tentang kelestarian alam, kata dia, hal tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.
Fauzan, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya menjaga keberlangsungan Danau Lut Tawar dan kawasan hutan.
Menurut Fauzan, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah akhir tahun 2025 lalu, harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih serius dalam menjaga keseimbangan alam.
“Danau Lut Tawar dan hutan bukan hanya aset daerah, tetapi penyangga kehidupan masyarakat. Jika lingkungan rusak, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk bencana maupun menurunnya kualitas hidup,” kata Fauzan, Jum’at 05 Juni 2026.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi harus menjadi alarm bahwa persoalan lingkungan harus mendapat perhatian yang lebih serius.
Fauzan menilai perubahan iklim memang menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya risiko bencana. Namun di sisi lain, kerusakan kawasan hutan, berkurangnya daerah resapan air, serta rendahnya kesadaran terhadap pengelolaan sampah juga turut memperbesar dampak yang ditimbulkan ketika curah hujan tinggi terjadi.
“Ketika hutan berkurang dan lingkungan tidak dijaga dengan baik, maka alam akan memberikan peringatan. Banjir dan longsor yang terjadi harus menjadi momentum evaluasi bersama agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang,” ujarnya.
Sebagai kawasan yang dikenal memiliki kekayaan alam luar biasa, Fauzan menegaskan, perlindungan hutan harus menjadi prioritas.
Hutan Gayo memiliki fungsi penting sebagai penyangga ekosistem, sumber mata air, pengendali iklim, sekaligus benteng alami yang melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah dan pencemaran lingkungan.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi salah satu persoalan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari hal sederhana. Jangan membuang sampah ke sungai, parit, maupun kawasan danau. Lingkungan yang bersih adalah warisan terbaik yang dapat kita tinggalkan kepada generasi mendatang,” katanya.
Fauzan menambahkan, menjaga Danau Lut Tawar dan hutan Gayo bukan hanya soal melindungi alam, tetapi juga menjaga masa depan ekonomi masyarakat.
Sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga ketersediaan air bersih sangat bergantung pada kelestarian lingkungan yang terjaga dengan baik.
“Mari kita jaga Danau Lut Tawar, lindungi hutan Gayo, kurangi pencemaran, dan tingkatkan kepedulian terhadap lingkungan demi Aceh Tengah yang lebih aman, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











