HARIE.ID | TAKENGON — Pagi itu suasana di Puskesmas Pegasing berjalan seperti biasa. Sejumlah pasien duduk menunggu antrean pelayanan, tenaga kesehatan hilir mudik di ruang pemeriksaan, sementara aktivitas administrasi terus berlangsung di meja pelayanan.
Di tengah rutinitas tersebut, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, datang melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa 12 Mei 2026.
Sidak itu bukan sekadar memeriksa absen pegawai atau kondisi bangunan pelayanan kesehatan.
Muchsin memilih berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, menyapa petugas medis, hingga berbincang langsung dengan masyarakat yang sedang berobat.
Dalam peninjauannya, ia menemukan masih adanya pegawai yang belum hadir tanpa keterangan yang jelas, termasuk petugas yang menjalankan tugas di luar lingkungan puskesmas namun tidak terinformasi dengan baik kepada rekan kerja lainnya.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi agar pelayanan tetap berjalan tertib dan tidak mengganggu masyarakat.
“Perlu ada komunikasi dan keterangan yang lengkap apabila pegawai melaksanakan tugas di luar puskesmas. Semua harus saling mengetahui agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” kata Muchsin di sela-sela sidak.
Di tengah kunjungannya, Muchsin juga menyempatkan diri duduk bersama sejumlah pasien. Ia mendengar langsung pengalaman masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang mereka terima di Puskesmas Pegasing.
Salah satu pasien lanjut usia, Sukarni (78), mengaku rutin memeriksakan kesehatannya di puskesmas tersebut.
Kepada wakil bupati, ia menyampaikan, pelayanan yang diberikan tenaga medis sejauh ini cukup baik dan ramah.
Menurut Sukarni, para dokter bahkan kerap mengingatkan dirinya untuk disiplin menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kami rutin berobat di sini. Kadang kalau terlambat datang, dokter selalu mengingatkan supaya lebih tepat waktu memeriksa kesehatan,” ujarnya.
Bagi Muchsin, pelayanan kesehatan dasar tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga kedisiplinan petugas dalam melayani masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan agar seluruh tenaga kesehatan sudah berada di ruang pelayanan sebelum pasien datang mengantre.
Ia meminta standar pelayanan pagi diterapkan secara disiplin, dengan pelayanan mulai aktif paling lambat pukul 07.45 WIB.
“Kami ingin masyarakat datang tidak lagi menunggu petugas membuka pelayanan. Sebelum pasien hadir, petugas harus sudah siap menerima masyarakat,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi












