HARIE.ID | TAKENGON — Di tengah ancaman kerusakan pascabencana hidrometeorologi yang masih membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah, masyarakat Desa Berawang Gading, Kecamatan Celala berharap besar kepada pemerintah terkait perbaikan Irigasi Berawang Kenil I dan rehabilitasi Irigasi Berawang Kenil II.
Saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan utama bagi enam desa tersebut kini mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Kondisi bendungan dan badan irigasi disebut mulai rapuh dan dikhawatirkan ambruk apabila tidak segera dilakukan penanganan serius.
Bagi masyarakat setempat, irigasi tersebut menjadi urat nadi pertanian warga yang selama puluhan tahun menopang kehidupan ekonomi masyarakat di kawasan ini.
Di tengah keterbatasan, warga masih terus mempertahankan fungsi irigasi secara swadaya.
Gotong royong membersihkan saluran, memperbaiki bagian yang rusak secara manual, hingga menjaga aliran air tetap berjalan menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat demi menyelamatkan sawah mereka.
Namun upaya itu dinilai tidak lagi cukup menghadapi kerusakan yang semakin parah.
Anggota tim Pansus Bencana Hidrometeorologi DPRK Aceh Tengah, Amiruddin mengatakan, kebutuhan irigasi selalu menjadi aspirasi utama masyarakat karena sebagian besar sumber penghidupan warga bergantung pada sektor pertanian dan persawahan.
Menurutnya, masyarakat sangat berharap pembangunan dan rehabilitasi Irigasi Berawang Kenil segera direalisasikan agar aktivitas pertanian tidak terus terganggu.
“Apabila kerusakan irigasi ini tidak segera ditangani, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat. Pertanian terganggu, hasil panen menurun, dan kondisi ekonomi warga juga ikut melemah,” ujar Amiruddin, Rabu 13 Mei 2026.
Ia menegaskan, penanganan Irigasi Berawang Kenil harus menjadi salah satu prioritas dalam program pembangunan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh Tengah.
Sementara itu, Reje Kampung, Mukhtar, berharap pemerintah dapat segera turun tangan merealisasikan pembangunan dan rehabilitasi irigasi tersebut.
Menurutnya, keberadaan saluran irigasi sangat vital untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat, mempertahankan hasil panen, sekaligus menjaga kestabilan ekonomi warga enam desa yang selama ini bergantung pada aliran air dari Irigasi Berawang Kenil.
Laporan | Karmiadi












