HARIE.ID, TAKENGON | Ketua Fraksi Golkar DPRK Aceh Tengah, Agustina, menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja di Aceh Tengah dan Indonesia dalam momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang diperingati pada Jumat 1 Mei 2026.
Tahun ini, Hari Buruh mengusung semangat “Kerja Layak, Upah Adil, dan Perlindungan Pekerja di Era Digital”.
Menurut Agustina, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini yang terus berubah akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, dan dinamika ekonomi global.
Dalam keterangannya, Agustina menegaskan bahwa pekerja bukan sekadar roda penggerak ekonomi, melainkan fondasi utama dalam membangun bangsa yang mandiri, maju, dan berkeadilan.
“Di balik setiap pembangunan, ada keringat, pengorbanan, dan harapan para pekerja. Mereka adalah pahlawan ekonomi yang bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa,” ujar Agustina Jumat, 1 Mei 2026.
Ia menilai, di era digital saat ini, peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Selain itu, perlindungan hak-hak pekerja, jaminan sosial yang inklusif, dan kepastian kerja juga harus menjadi prioritas pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kita ingin transformasi digital tidak meninggalkan para pekerja.
Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan justru memperlebar kesenjangan. Karena itu, negara harus hadir memastikan setiap pekerja mendapatkan haknya secara layak dan bermartabat,” tegasnya.
Agustina juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan legislatif agar kebijakan ketenagakerjaan benar-benar berpihak kepada pekerja.
“Kita harus jujur melihat kenyataan bahwa masih ada pekerja yang menghadapi persoalan upah, perlindungan kerja, hingga akses terhadap peningkatan keterampilan. Momentum Hari Buruh ini harus menjadi refleksi bersama untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih manusiawi, adaptif, dan berkeadilan,” tambahnya.
Di sisi lain, ia memberikan apresiasi khusus kepada para pekerja lokal di Aceh Tengah yang terus bertahan dan berinovasi, terutama di sektor pertanian, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Pekerja lokal adalah wajah ketangguhan Aceh Tengah. Mereka harus menjadi prioritas dalam program pelatihan, perlindungan, dan pemberdayaan agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Agustina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Buruh bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan pekerja.
“Membangun bangsa bukan tugas satu golongan saja. Pekerja adalah mitra sejati dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, sejahtera, dan berdaya saing. Selamat Hari Buruh Internasional 2026, semoga seluruh pekerja Indonesia semakin sejahtera dan dihargai,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











