HARIE.ID | TAKENGON – RRI Fest 2026 resmi dibuka di Objek Wisata Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Jumat 04 September 2026.
Pembukaan ditandai dengan penanaman 200 bibit pohon jeruk dan alpukat serta aksi bersih-bersih Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan.
Bupati Aceh Tengah diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Jauhari, ST, membuka kegiatan tersebut.
RRI Fest tahun ini mengusung tema “Harmoni dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri”.
Jauhari mengatakan, RRI Fest tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menghadirkan aksi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, penanaman pohon dan kegiatan bersih-bersih sungai menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dataran tinggi Gayo.
“Langkah ini menjadi sarana edukasi dan keteladanan bagi generasi muda serta komunitas lokal dalam menjaga ekosistem dataran tinggi Gayo,” kata Jauhari.
Kepala RRI Takengon, Imam Taufik, mengatakan, RRI Fest merupakan program nasional RRI yang menjadi ruang untuk memperkuat peran lembaga penyiaran publik sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat.
Rangkaian kegiatan RRI Fest mencakup aksi sosial dan lingkungan, seni budaya, olahraga hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Mari kita jadikan komitmen bersama menjaga alam, merawat sungai dan membangun lingkungan yang sehat serta berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar Imam Taufik.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran RRI Takengon, pelajar, mahasiswa, Gerakan Pramuka, komunitas lingkungan dan masyarakat.
RRI Fest 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mendorong kepedulian lingkungan menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.
Laporan | Karmiadi











