HARIE.ID | — Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) se-Aceh diharapkan menjadi titik awal penguatan ekonomi kreatif melalui kolaborasi, inovasi, dan pengembangan potensi lokal.
Ketua GEKRAFS Aceh Tengah, Iwannitosa, S.P., menegaskan, pelantikan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial.
Lebih dari itu, momen tersebut perlu diterjemahkan menjadi program yang mampu membuka peluang usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Menurut Iwannitosa, Aceh memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui berbagai sektor, mulai dari produk lokal, kerajinan, kuliner, hingga karya kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal.
Di Aceh Tengah, potensi tersebut juga tercermin dari kekayaan budaya Gayo yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki daya tarik di pasar nasional maupun internasional.
“Pelantikan ini harus menjadi momen kebangkitan ekonomi kreatif Aceh. Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat, inovasi berkelanjutan, dan program nyata yang memberikan dampak langsung bagi para pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya, Sabtu 10 Oktober 2026.
Ia menilai, pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa hanya mengandalkan kreativitas individu.
Dukungan pemerintah daerah, akses permodalan, pemanfaatan teknologi digital, penguatan merek, serta perluasan jaringan pemasaran menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.
Karena itu, GEKRAFS diharapkan mampu menjadi ruang temu bagi pelaku usaha, komunitas kreatif, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah bersama dalam mengembangkan potensi daerah.
Khusus untuk Aceh Tengah, upaya tersebut dapat diarahkan pada penguatan produk unggulan lokal, pengembangan kreativitas generasi muda, serta pemanfaatan identitas dan budaya Gayo sebagai kekuatan ekonomi yang memiliki nilai tambah.
Iwannitosa berharap, seluruh pengurus DPC GEKRAFS di Aceh dapat membangun komunikasi dan kerja sama lintas daerah. Dengan demikian, potensi kreatif yang selama ini berkembang secara terpisah dapat terhubung dalam jaringan usaha yang lebih luas.
Menurutnya, keberhasilan gerakan ekonomi kreatif pada akhirnya tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau agenda organisasi, tetapi dari sejauh mana program yang dijalankan mampu membantu pelaku usaha berkembang, memperluas pasar, dan menciptakan peluang kerja.
Laporan | Karmiadi







Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.