HARIE.ID | ACEH TENGAH — Air bah bercampur lumpur kembali menggenangi jalan dan sejumlah rumah warga di Dusun Teluk Suyen, Kampung Bamil Nosar, Minggu 11 Oktober 2026.
Warga mendesak Pemerintah Provinsi Aceh segera membenahi saluran air yang diduga menjadi penyebab banjir berulang setiap hujan deras.
Genangan terjadi setelah hujan mengguyur Kabupaten Aceh Tengah. Kondisi tersebut kembali meresahkan warga yang harus menghadapi luapan air hingga masuk ke rumah mereka.
“Benar, sejumlah rumah warga tergenang air,” kata Reje Kampung Bamil Nosar saat dikonfirmasi Harie.id melalui pesan WhatsApp.
Warga menduga persoalan ini dipicu oleh kondisi drainase yang dangkal serta gorong-gorong yang tersumbat.
Akibatnya, aliran air tidak berjalan lancar dan meluap ke badan jalan sebelum masuk ke permukiman.
“Air tak lagi melewati gorong-gorong, sehingga meluap ke badan jalan dan masuk ke rumah warga,” kata Konadi, salah seorang warga yang rumah nya digenangi air.
Menurut nya, persoalan tersebut telah berlangsung sejak bencana hidrometeorologi pada November 2025. Namun, setiap hujan deras, ancaman luapan air masih membayangi permukiman di kawasan itu.
Konadi mendesak Pemerintah Provinsi Aceh segera mengganti gorong-gorong yang ada dengan konstruksi box culvert agar aliran air dapat tertampung dan mengalir lebih baik.
Ia mencontohkan pekerjaan penggantian saluran yang sedang dilakukan di Kampung One One, Kecamatan Lut Tawar, sebagai model penanganan yang diharapkan dapat diterapkan di Teluk Suyen.
“Kalau tidak diganti, kondisi seperti ini akan terus terjadi,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah tidak hanya menangani genangan ketika banjir terjadi, tetapi juga menyelesaikan persoalan infrastruktur drainase yang diduga menjadi pemicu luapan air.
“Supaya kami aman ketika hujan lebat turun, kalau seperti ini kami tidak akan pernah aman,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi







Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.