HARIE.ID | BENER MERIAH – Polres Bener Meriah memeriksa stok bahan bakar minyak (BBM) di empat SPBU untuk mengantisipasi kelangkaan, antrean panjang, dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pengawasan itu menyasar kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi.
Pengecekan dipimpin Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Julpandi, S.E., M.H., bersama Kaur Mintu dan personel Unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim.
Empat SPBU yang menjadi sasaran pemeriksaan yakni SPBU Pondok Baru, Teritit, Mawaddah Pante Raya, dan Blok C.
Petugas memantau ketersediaan BBM subsidi maupun nonsubsidi, pelayanan kepada masyarakat, serta kondisi distribusi di masing-masing SPBU. Pemeriksaan terhadap kendaraan roda empat turut dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan tangki modifikasi guna mendapatkan BBM subsidi secara tidak semestinya.
Kapolres Bener Meriah, AKBP Ricky Nugraha, S.I.K., M.Si., melalui Iptu Julpandi mengatakan, pengawasan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tetap terpantau sekaligus mencegah potensi penyimpangan.
“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi maupun nonsubsidi di SPBU wilayah Kabupaten Bener Meriah tetap terpantau. Kami juga melakukan monitoring guna mengantisipasi potensi penyimpangan, kelangkaan BBM, serta antrean yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Julpandi lewat keterangan tertulisnya yang diterima Harie.id, Jum’at 23 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil pengecekan, stok BBM di empat SPBU tersebut tercatat bervariasi. SPBU Mawaddah Pante Raya memiliki stok Pertalite terbanyak di antara empat lokasi yang diperiksa, yakni 13.880 liter.
Berikut rincian stok BBM yang dilaporkan petugas:
– SPBU Pondok Baru: Pertalite 5.180 liter, Pertamax 11.539 liter, dan Bio Solar 9.952 liter.
– SPBU Teritit: Pertalite 4.789 liter, Pertamax 11.511 liter, dan Bio Solar 2.793 liter.
– SPBU Mawaddah Pante Raya: Pertalite 13.880 liter, Pertamax 10.700 liter, Bio Solar 11.035 liter, dan Dexlite 3.706 liter.
– SPBU Blok C: Pertalite 8.500 liter dan Pertamax 3.000 liter.
Dalam laporan pemeriksaan tersebut, harga BBM tercatat sebesar Rp10.000 per liter untuk Pertalite, Rp16.300 untuk Pertamax, Rp6.800 untuk Bio Solar, serta Rp24.200 untuk Dexlite.
Julpandi menegaskan, pengawasan akan dilakukan secara berkala untuk mencegah pelanggaran dan menjaga distribusi BBM agar tetap berjalan sesuai ketentuan.
Ia juga meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan dugaan penyimpangan, termasuk antrean kendaraan yang tidak wajar, pengisian BBM berulang kali oleh kendaraan yang sama, serta penggunaan tangki modifikasi yang diduga bertujuan memperoleh BBM subsidi secara tidak semestinya.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu kepolisian dalam melakukan pengecekan dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Selama pemeriksaan berlangsung, situasi di empat SPBU tersebut dilaporkan aman dan terkendali. Polres Bener Meriah menyatakan akan terus memantau distribusi BBM guna menjaga ketersediaan pasokan dan ketertiban pelayanan kepada masyarakat.
Laporan | Karmiadi





Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.