ADVERTISEMENT
harie.id
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
No Result
View All Result
harie.id
No Result
View All Result
Home SERAMI

Panggung Haili Yoga – Muchsin Hasan Dibayangi Efisiensi dan Defisit 

by Arinos
26 Februari 2025
A A
Panggung Haili Yoga – Muchsin Hasan Dibayangi Efisiensi dan Defisit 

Efisiensi Anggaran dan defisit halau laju pembangunan Aceh Tengah (Photo/Harie)

“Namun, satu hal yang pasti, masa-masa ini akan menjadi ujian bagi Haili Yoga dan Muchsin Hasan”

HARIE.ID | Saat ini Aceh Tengah menyambut kepemimpinan baru di bawah duet Haili Yoga dan Muchsin Hasan untuk periode 2025-2030.

Seperti setiap awal pemerintahan, ada harapan, ada optimisme, dan tentu saja ada janji-janji manis yang dulu dilantunkan saat kampanye.

BACA JUGA

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Namun, di dunia nyata, tak semua janji bisa ditepati, terutama ketika angka-angka di buku APBK tak seindah pidato kemenangan.

Dengan anggaran di angka Rp1,3 triliun, ditambah defisit yang harus ditutupi, serta kebijakan pusat yang memaksa daerah untuk melakukan efisiensi, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menghadapi tantangan yang tak bisa dianggap enteng.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang diteken pada 22 Januari 2025.

Salah satu poin, Presiden menginstruksikan adanya efisiensi anggaran belanja negara tahun 2025 sebesar Rp 306 triliun.

Anggaran itu terdiri dari anggaran belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 256,1 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 50,5 triliun.

Jika APBK adalah kue, maka ini adalah kue yang terlalu kecil untuk dipotong adil bagi semua.

Sementara rakyat menunggu bukti dari janji-janji kampanye, tim pemenangan tentu akan bertanya “bagian”.

Lalu, bagaimana Haili Yoga dan Muchsin Hasan akan mengelola dengan anggaran lebih banyak disedot oleh efisiensi ketimbang dialirkan untuk pembangunan.

Apakah mampu menari di atas panggung birokrasi dengan sumber daya yang terbatas?

Haili Yoga – Muchsin Hasan berbicara tentang pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan rakyat, program pro-petani kopi, hingga keberlanjutan ekonomi daerah yang lebih baik.

Semua terdengar meyakinkan, hingga tiba saatnya anggaran dihitung dan kenyataan menampar dengan keras.

Di meja rapat, angka-angka itu kini berubah menjadi masalah serius. Bagaimana bisa membangun jalan jika Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk bidang jalan justru dipangkas Rp32,6 miliar?

Bagaimana dengan sektor irigasi yang dana untuk itu justru berkurang Rp6 miliar?

Tak hanya itu, Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pekerjaan umum juga mengalami pemotongan sebesar Rp24,3 miliar.

Bahkan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang selama ini menjadi salah satu pilar keuangan daerah juga ikut terkena dampak, dipangkas Rp1,6 miliar.

Dengan kata lain, sektor yang selama ini menjadi kebanggaan dalam pembangunan harus rela berhemat.

Sialnya, bukan hanya proyek besar yang terkena imbas. Surat Edaran Bupati Aceh Tengah Nomor 903/317/BPKK menyatakan bahwa berbagai kegiatan seremonial, studi banding, seminar, dan Focus Group Discussion (FGD) juga mengalami pemangkasan.

Itu artinya, pejabat yang biasanya mendapat “refreshing” dengan dalih studi banding mungkin harus puas hanya dengan diskusi internal di kantor.

Tak cukup di situ, perjalanan dinas juga harus direm. Kalau dulu bisa ke luar kota dengan alasan kunjungan kerja, kini mereka harus berpikir dua kali sebelum mengajukan anggaran perjalanan.

Bahkan honorarium tim dan individu yang selama ini menjadi pemasukan tambahan bagi banyak pihak juga mengalami pemangkasan jika dianggap tidak sesuai standar.

Singkatnya, ini bukan lagi sekadar efisiensi, melainkan diet anggaran besar-besaran yang memaksa Pemkab untuk lebih selektif dalam membelanjakan setiap rupiah.

Angka Defisit di tahun 2024 dikabarkan sebesar Rp40 miliar, ditambah lagi dengan tambalan kebutuhan Pilkada beberapa waktu lalu. Saat ini total angka defisit masih dalam proses Review pihak Inspektorat Aceh Tengah.

Anggaran daerah tersedot untuk kebutuhan kedua agenda defisit dan efisiensi ini ditaksir mencapai Rp100 Miliar lebih.

Bagi tim pemenangan jelas ini kenyataan pahit. Harapan untuk mendapatkan bagian (kue-red) memudar di tahun 2025 meski masih ada harapan.

“Jangankan tender, proyek Penunjukan Langsung (PL) pun hampir tak bisa dibagi, tunggu tahun 2026, perjalanan masih panjang,”

Padahal, selama ini, PL adalah harapan bagi banyak pihak yang ingin menikmati hasil perjuangan dalam Pilkada.

Tetapi kini, dengan efisiensi anggaran yang begitu ketat, bahkan disertai dengan defisit proyek-proyek kecil pun harus dikaji ulang sebelum diberikan kepada pihak tertentu.

Bagi tim, ini adalah dilema besar. Mereka yanh bekerja siang-malam demi kemenangan pasangan ini kini mulai bertanya-tanya, apakah perjuangan mereka akan sebanding dengan hasil yang diterima?

Ataukah mereka hanya akan menjadi bagian dari daftar panjang pendukung yang kecewa?

Meski badai efisiensi dan defisit menghantam, Haili Yoga dan Muchsin Hasan tentu tak bisa sekadar mengangkat tangan.

Keduanya harus kejar tayang menyusun strategi agar tetap bisa menjalankan program-program prioritas.

Fokus anggaran kini harus benar-benar diarahkan program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar ajang pencitraan.

Tapi tantangannya, bagaimana meyakinkan rakyat bahwa efisiensi ini adalah jalan terbaik?

Bagaimana menjelaskan kepada masyarakat bahwa pembangunan mungkin tak secepat yang dijanjikan karena keterbatasan anggaran? Bagaimana menghadapi kritik dari berbagai pihak yang merasa dirugikan oleh kebijakan ini?

Pemerintahan yang baru ini harus lebih kreatif dalam mengelola keuangan daerah.

Haili – Muchsin harus mampu mencari alternatif pendanaan, baik melalui investasi swasta, kerja sama dengan pemerintah pusat, atau bahkan memanfaatkan dana hibah dari berbagai sumber.

Tanpa langkah-langkah inovatif, bisa saja terjebak dalam situasi stagnan di mana pemerintahan berjalan tetapi tanpa gebrakan berarti.

Bagi masyarakat Aceh Tengah, harapan tetap ada. Meski anggaran terbatas, pembangunan tetap harus berjalan. Meski janji kampanye harus dikaji ulang, kesejahteraan rakyat tetap harus menjadi prioritas.

Namun, satu hal yang pasti, masa-masa ini akan menjadi ujian bagi Haili Yoga dan Muchsin Hasan.

Jika mereka mampu mengelola pemerintahan dengan baik meski dalam keterbatasan, maka mereka akan dikenang sebagai pemimpin yang tangguh.

Tapi jika mereka justru tenggelam dalam permasalahan birokrasi dan politik anggaran, maka mereka hanya akan menjadi tambahan dalam daftar panjang pemimpin yang datang dan pergi tanpa meninggalkan jejak berarti.

Lima tahun ke depan akan menjadi panggung untuk membuktikan diri. Apakah benar-benar siap membawa Aceh Tengah ke arah yang lebih baik? Ataukah mereka hanya akan sibuk mencari cara untuk bertahan di tengah badai kritik dan tekanan fiskal?

Yang jelas, bagi masyarakat, mimpi pembangunan tetap ad, meski harus bersiap dengan kenyataan bahwa tidak semua janji akan terwujud secepat yang diharapkan.

| ARINOS

Tags: DefisitEfisiensi AnggaranHaili Yoga - Muchsin Hasan
SendShare12Tweet7

BERITA TERKAIT

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Next Post
Relaksasi Berujung Duka, Warga Bener Meriah ini Meninggal Dunia di Pemandian Air Panas

Relaksasi Berujung Duka, Warga Bener Meriah ini Meninggal Dunia di Pemandian Air Panas

BERITA TERKINI

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

23 September 2026
Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

22 September 2026
Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

22 September 2026
Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

19 September 2026

BANYAK DIBACA

  • Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Tentang HARIE.ID
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN HAK JAWAB
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
PT.TANOH GAYO MULTIMEDIA

© 2024 harie.id .

No Result
View All Result
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID

© 2024 harie.id .