ADVERTISEMENT

Warga Reje Payung Buka Donasi Bangun Jembatan Apung untuk Akses Sekolah dan Ekonomi

HARIE.ID | TAKENGON — Warga Kampung Reje Payung kembali menghadapi kesulitan besar setelah jembatan apung yang sebelumnya dibangun secara swadaya bersama relawan hanyut diterjang arus sungai.

Akibatnya, masyarakat kini tidak lagi memiliki akses penyeberangan utama untuk keluar masuk desa, termasuk bagi para pelajar yang setiap hari harus melintasi sungai menuju sekolah.

Kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar satu bulan terakhir. Warga terpaksa berjibaku mencari cara agar aktivitas tetap berjalan di tengah keterbatasan akses transportasi.

BACA JUGA

Panitia Penanganan Bencana Kampung Reje Payung, Mulia Rizki mengatakan, masyarakat sudah berkali-kali melakukan perbaikan secara gotong royong.

Namun, keterbatasan bahan dan peralatan membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.

“Pasca rusaknya jembatan darurat itu kami sudah sebulan kesulitan menyeberangi sungai. Kami terus berusaha memperbaiki secara bergotong royong, tetapi terkendala kekurangan bahan dan alat,” ujar Mulia Rizki, Sabtu 16 Mei 2026 lewat keterangan tertulisnya yang diterima Harie.id.

Menurutnya, jembatan apung tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung bagi warga Desa Reje Payung.

Tidak hanya itu, akses tersebut juga digunakan para siswa dari lima desa untuk menuju sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA di kawasan itu.

“Jembatan ini sangat vital. Bukan hanya untuk masyarakat keluar masuk desa, tetapi juga jalur anak-anak sekolah,” katanya.

Untuk membangun kembali jembatan apung tersebut, panitia membutuhkan sejumlah material seperti 300 drum biru, kawat licin, besi pengikat drum, papan dan bruti dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp22.160.000.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Kampung Reje Payung kini membuka donasi dan berharap uluran tangan dari berbagai pihak, khususnya warga Aceh Tengah dan perantau asal daerah tersebut.

“Kami berharap saudara-saudara kami di luar desa bisa membantu memperbaiki kembali jembatan apung ini. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat di sini, bukan hanya untuk jembatan tetapi juga untuk memulihkan perekonomian warga,” ungkap Mulia.

Panitia juga membuka rekening donasi melalui POS Masyarakat Penanganan Bencana Kampung Reje Payung di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7346984303 atas nama PMPB REJE PAYUNG.

Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan juga dapat menghubungi panitia, Ketua Zainudin (0851-2678-7918). Bendahara Zulfaisal (0822-2657-9893) dan Sekretaris Mulia Rizki (0822-7636-1565).

Laporan |  Karmiadi 

BERITA TERKAIT