HARIE.ID | TAKENGON – Anggota DPRK Aceh Tengah Fauzan, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Aceh Tengah sebagai langkah strategis memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Menurut Fauzan, kehadiran BNNK sudah lama dinantikan masyarakat mengingat Aceh Tengah memiliki posisi strategis sebagai daerah penghubung di kawasan tengah Aceh sekaligus daerah tujuan wisata yang terus berkembang.
“Kami sangat mendukung percepatan pembentukan BNNK di Aceh Tengah. Ini merupakan kebutuhan yang mendesak untuk memperkuat pengawasan, pencegahan, dan penindakan terhadap peredaran narkotika yang mengancam masa depan generasi muda,” kata Fauzan, Kamis 21 Mei 2026.
Politisi PPP tersebut menilai, keberadaan BNNK akan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat dalam memerangi narkoba yang selama ini menjadi ancaman serius bagi pembangunan sumber daya manusia.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan BNN Provinsi Aceh yang telah menandatangani nota kesepakatan pembentukan unit layanan terpadu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika sebagai cikal bakal hadirnya BNNK di daerah tersebut.
Menurut Fauzan, data dan berbagai pengungkapan kasus narkotika yang terjadi di Aceh menunjukkan bahwa ancaman narkoba tidak bisa dipandang sebelah mata.
Karena itu, dibutuhkan lembaga yang memiliki fokus khusus dalam melakukan pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan narkotika secara berkelanjutan.
“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dan kehadiran lembaga yang memiliki kewenangan serta sumber daya yang memadai untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika,” ujarnya.
Fauzan juga menyoroti pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada kalangan pelajar serta generasi muda. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan individu, keluarga, dan daerah.
Ia menilai pembentukan BNNK tidak hanya menjadi instrumen penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menjaga kualitas generasi penerus Aceh Tengah.
“Generasi muda adalah aset terbesar daerah. Karena itu, mereka harus dilindungi dari pengaruh narkoba. Kehadiran BNNK nantinya diharapkan mampu memperkuat program pencegahan dan rehabilitasi secara lebih efektif,” katanya.
Fauzan berharap seluruh proses administrasi dan persyaratan pembentukan BNNK dapat berjalan lancar sehingga lembaga tersebut segera hadir dan beroperasi di Aceh Tengah.
“Kita ingin Aceh Tengah menjadi daerah yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











