HARIE.ID | TAKENGON – Anggota DPRK Aceh Tengah dari Fraksi PKS, Ikhsanuddin, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang memberikan insentif kepada para ustadz dan ustadzah TPA-TQA, imam, muadzin, khadam, serta satpam masjid sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat.
Namun demikian, Ikhsanuddin berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan besaran insentif tersebut pada tahun-tahun mendatang agar lebih sebanding dengan pengabdian yang telah diberikan para pejuang pendidikan Al-Qur’an.
“Mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam senyap, tetapi memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang berakhlak dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Ikhsanuddin, Rabu 03 Juni 2026.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyerahkan insentif secara simbolis kepada 1.302 ustadz dan ustadzah dari 337 LPPTKA di bawah naungan BKPRMI. Masing-masing penerima memperoleh insentif sebesar Rp600 ribu untuk periode enam bulan, atau sekitar Rp100 ribu per bulan.
Menurut Ikhsanuddin, nilai tersebut tentu masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan dedikasi para guru mengaji yang setiap hari membimbing anak-anak mengenal Al-Qur’an, menghafal doa-doa, dan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
“Kita semua sepakat bahwa pengabdian mereka tidak bisa dinilai dengan uang. Tetapi sebagai bentuk penghargaan dan keberpihakan pemerintah, saya berharap ke depan ada peningkatan insentif yang lebih layak. Ini bukan soal besar kecilnya angka, tetapi bentuk penghormatan negara dan daerah kepada para pendidik Al-Qur’an,” katanya.
Ikhsanuddin menilai, keberadaan guru mengaji, imam masjid, muadzin, dan khadam merupakan benteng moral masyarakat Aceh Tengah. Mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan zaman.
“Kalau kita ingin melahirkan generasi Aceh Tengah yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia, maka para guru mengaji harus menjadi prioritas perhatian pemerintah. Mereka adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, tetapi akan sangat menentukan masa depan daerah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi rencana Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang akan memberikan hadiah umrah bagi masyarakat dan para ustadz yang konsisten menjalankan Gerakan Gemar Membaca Al-Qur’an.
“Program ini sangat baik sebagai bentuk motivasi dan penghargaan. Saya berharap gerakan mencintai Al-Qur’an tidak hanya hidup di bulan Ramadan, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat Aceh Tengah,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Ikhsanuddin kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati dan mendukung para guru mengaji serta penggerak syiar Islam.
“Mereka mungkin tidak tampil di panggung-panggung besar, tetapi dari tangan merekalah lahir generasi yang mengenal Al-Qur’an, mencintai masjid, dan memiliki akhlak yang baik. Karena itu, sudah sepantasnya kita memberikan perhatian dan penghargaan yang lebih baik kepada mereka,” tutup Ikhsanuddin.
Laporan | Karmiadi











