HARIE.ID | TAKENGON – Kabupaten Aceh Tengah diproyeksikan menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Aceh.
Hal tesebut ditegaskan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui berbagai program penguatan sumber daya manusia (SDM), digitalisasi, hingga pengembangan pemasaran produk kreatif berbasis teknologi.
Pernyataan itu disampaikan Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif RI Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Firmansyah, BBA., M.Com, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Ekonomi Kreatif Sub Sektor Fotografi Produk Kreatif di Ballroom Gayo Petro Hotel, Takengon Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari komunitas fotografi dan masyarakat umum yang memiliki minat mengembangkan keterampilan fotografi sebagai bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif daerah.
Menurut Rian Firmansyah, Aceh Tengah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Ia menilai kreativitas masyarakat yang didukung kekayaan budaya lokal menjadi modal penting untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Produk-produk kreatif Aceh Tengah tidak hanya harus berkualitas, tetapi juga harus mampu divisualisasikan dengan baik melalui fotografi dan dipasarkan secara efektif melalui platform digital. Karena itu, setelah pelatihan fotografi, kami juga akan melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas digital marketing,” ujarnya.
Rian menilai fotografi produk menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha kreatif. Di era digital saat ini, kualitas visual produk memiliki pengaruh besar terhadap pemasaran dan keputusan konsumen.
Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis fotografi, tetapi juga mendorong pelaku usaha memahami strategi pemasaran digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang terus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai program pengembangan kapasitas masyarakat.
“Pemerintah melihat Aceh Tengah memiliki modal budaya dan kreativitas yang kuat. Tugas kita bersama adalah menghadirkan nilai tambah ekonomi dari kreativitas tersebut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain menjadi program pengembangan kapasitas, pelatihan tersebut juga merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tengah.
Kementerian Ekonomi Kreatif menilai penguatan kualitas SDM menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat melalui penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja baru.
“Kami ingin memastikan masyarakat Aceh Tengah dapat bangkit lebih cepat dan lebih kuat. Peningkatan kapasitas SDM merupakan investasi penting agar kreativitas masyarakat dapat berkembang menjadi peluang usaha yang produktif,” tambah Rian.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman praktis, memperkuat kompetensi peserta, sekaligus membuka ruang kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif.
Ia menilai komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam membangun sektor ekonomi kreatif berbasis sumber daya manusia patut diapresiasi karena sejalan dengan arah pembangunan ekonomi nasional yang menempatkan kreativitas sebagai salah satu motor pertumbuhan baru.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, MSP, menegaskan, daerah yang dikenal sebagai dataran tinggi Gayo tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis budaya dan inovasi.
“Aceh Tengah adalah rumah bagi ekonomi kreatif. Kreativitas masyarakat yang tumbuh dari kekayaan budaya dan kearifan lokal merupakan modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Muchsin.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Aceh Tengah sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif unggulan di Aceh.
Laporan | Karmiadi











