ADVERTISEMENT

Haili Yoga Terharu Saksikan Prosesi Adat Bemunge di SDN 9 Lut Tawar

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

HARIE.ID | TAKENGON — Suasana haru dan penuh makna menyelimuti halaman SD Negeri 9 Lut Tawar, Aceh Tengah, saat prosesi adat Gayo Menulaken Murid Ari Tengku Guru Ku Urang Tue atau dikenal dengan Bemunge digelar menyambut Tahun Ajaran 2025/2026.

Tradisi yang sarat nilai budaya dan pendidikan itu menjadi simbol penyerahan kembali anak dari orang tua kepada guru untuk dididik dan dibimbing selama menempuh pendidikan di sekolah.

Prosesi berlangsung khidmat melalui ritual tepung tawar yang dibacakan menggunakan bahasa Gayo.

BACA JUGA

Sejumlah wali murid tampak larut dalam suasana emosional saat menyaksikan prosesi adat yang menggambarkan penghormatan kepada guru sekaligus harapan besar orang tua terhadap masa depan anak-anak mereka.

Tradisi Bemunge menjadi salah satu warisan budaya Gayo yang masih terus dijaga di Kabupaten Aceh Tengah. Nilai adat dipadukan dengan ajaran agama dan semangat pendidikan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, Ketua TP PKK Aceh Tengah Risnawati, Kepala Sekretariat MPD Aceh Tengah, Kepala Sekretariat MAG Aceh Tengah, kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, wali murid, serta seluruh siswa-siswi SD Negeri 9 Lut Tawar.

Selain prosesi adat, kegiatan juga dirangkai dengan pengkhataman Al-Qur’an oleh para siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter religius sejak dini.

Dalam sambutannya, Haili Yoga menyebut prosesi adat tersebut sebagai kegiatan sakral yang harus terus dijaga keberlangsungannya di tengah perkembangan zaman.

“Ini kegiatan sakral, sangat baik acara ini. Prosesi adat yang dilaksanakan tadi cukup bagus dan indah. Ada senyum, ada bahagia, bahkan ada yang meneteskan air mata,” ujar Haili Yoga, Selasa 19 Mei 2026.

Menurutnya, prosesi penyerahan murid memiliki makna mendalam karena menjadi simbol kepercayaan orang tua kepada guru dalam mendidik anak-anak hingga selesai menempuh pendidikan.

Ia juga mengaku bangga melihat perkembangan para siswa yang sebelumnya belum memahami banyak hal, namun kini sudah mampu menghafal hingga tiga juz Al-Qur’an.

“Siapa pun yang menjaga adatnya pasti akan sukses dan berhasil. Adat adalah nilai-nilai leluhur yang mengajarkan murid untuk menghormati guru dan berbakti kepada orang tua,” katanya.

Haili Yoga berharap tradisi adat seperti Bemunge dapat terus diterapkan di sekolah-sekolah lain di Aceh Tengah, baik di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama, sebagai bagian dari penguatan karakter sekaligus pelestarian budaya daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, dan wali murid yang terus berkolaborasi dalam mendukung pendidikan anak-anak di Tanoh Gayo.

“Anak-anakku, cita-citamu harus tinggi. Mau jadi bupati, dokter, dan profesi lainnya, semua bisa diraih dengan belajar dan doa,” tutupnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT